snsd yoona

snsd yoona

Friday, October 14, 2011

you belong with me


Cakka dan Oik.
Dua remaja yang kini sudah duduk dikelas 2 SMA. Dari kecil mereka selalu bersama, bahkan rumah mereka sebelahan. Cakka merupakan cowok terpopuler disekolahnya, karena jabatannya sebagai ketua OSIS dan juga kapten basket sekolahnya. Sementara oik, hanya murid biasa yang lebih suka menghabiskan waktunya untuk membaca atau pun belajar.
Kalau disekolah, cakka dan oik tidak pernah saling menyapa. Tapi lain kalau dirumah, mereka sering bercanda dan kadang-kadang cakka main ke rumah oik untuk sekedar bercerita. Seperti sore ini...

Ting...tong...ting...tong... bel rumah oik berbunyi. Dengan malas-malasan, oik menuju pintu depan rumahnya dan membuka pintu.
“Hai ik” sapa cakka dengan senyum manis dibibirnya
“Oh, hai ka. Ayo masuk” ajak oik membalas senyuman cakka
Cakka kemudian masuk dan duduk disalah satu sofa dirumah oik
“Tante mana ik?” tanya cakka basa-basi
“Lagi belanja. Ada apa kesini?” jawab dan tanya oik
“Oiya, gw mau curhat ik. Sama minta pendapat lo juga dech, hhe..” cakka cengengesan
“Boleh dech, emg mau curhat apa?” tanya oik
“Gw suka sama cewek ik” ucap cakka
JEDER!! Seperti ada petir yang menyambar hati oik. Ya, oik memang menyukai cakka sejak duduk di bangku SMP kelas 2. Cakka dan oik memang selalu satu sekolah dari kecil, tak khayal rasa itu tumbuh dihati oik. Tapi kini? Pupus sudah harapan oik. Tapi oik mencoba tersenyum didepan cakka
“Oya? Siapa cak?” tanya oik mencoba antusias. Walau hatinya berkata lain...
“Shilla, kapten cheers” jawab cakka sambil tersenyum malu. Tak khayal juga cakka menyukai shilla si kapten cheers, dia cantik, pintar, populer, dan ramah. Lain halnya dengan oik yang tidak populer.
“Oh, bagus dong!” komentar oik dengan senyum tipisnya
“Trus nich, rencananya gw mau nembak dia ik” kata cakka. Membuat hati oik semakin perih saja.
“Ha? Trus?” tanya oik
“Trus menurut lo gw harus nembak dia gk ya?” cakka meminta pendapat oik
“Kalo lu suka ya tembak dia aja cak” usul oik mencoba terlihat biasa
“Tapi gw takut ditolak sama dia ik” ucap cakka murung
“Mana ada sich yang nolak Cakka Nuraga? Seorang kapten basket + ketua OSIS SMA IDOLA ditolak? Gk mungkin cak!” kata oik mencoba menyemangati cakka
“Hehe, berlebihan lo ik!” cakka mencubit pipi chubby oik
“Jadi?” tanya oik
“Gw bakal tembak dia” ucap cakka mantap
“Nah, gtu! Itu baru namanya cakka nuraga” kata oik sok menyemangati
“Thanks ya ik, lo emg sahabat gw yang paling baik” cakka memeluk oik
‘Andai lo tau isi hati gw cak’ ucap oik dalam hati
“Yaudah, gw balik dulu ya. Belum mandi nich gw. Hhe..” cakka cengengesan
“Dasar anak ilang! Trus ngapain lo peluk-peluk gw barusan?” oik mencubit lengan cakka
“Aaaw! Kan biar ikutan bau elonya ik. Hhe..” jawab cakka nyengir
“Hih, pulang lo sono!” ucap oik pura-pura mengusir
“Haha, yaudah. Dadah jelek” cakka melambaikan tangannya dan bergegas lari ke arah rumahnya. Setelah cakka pulang, oik munutup pintunya dan lari ke kamarnya dilantai 2. Oik menjatuhkan dirinya ke atas kasurnya dan mulai menangis dibalik bantal miliknya...

%%%

>Kantin SMA IDOLA

“Eh, sahabat lo katanya mau nembak shilla ya?” tanya acha pada oik. Acha, ray, dan obiet. Sahabat oik dari SMP, yang selalu menemani oik selain cakka.
“Iya! Kemaren dia bilang gtu ke gw” oik menunduk lesu. Ya, acha, ray, dan obiet juga mengetahui perasaan oik pada cakka.
“Ik, lo gk bisa kaya gini terus dong!” ucap ray menggebu-gebu
“Trus gw harus apa gocap pacarnya raissa arif??” tanya oik malas
“Gatau, hhe..” ray cengengesan
“Harusnya lo bilang perasaan lo yang sebenernya sama cakka ik” sahut obiet yang baru datang dan langsung duduk disamping oik
“Telat biet” komentar oik pelan
“Gk ada kata telat buat nyatain perasaan. Sebelum janur kuning melengkung, masih ada kesempatan buat lo” ucap obiet dengan semangat ‘45
“Knp jadi elu yang semangat biet?” heran acha
“Kalo cakka sama oik jadian kan, gw bisa minta PJ lebih gede. hhe” ucap obiet sambil menaik-turunkan alisnya
“Woo, bagus lo biet! Ada udang dibalik bakwan, nyari kesempitan dalam kesempatan” ucap ray ngaco sambil ngelemparin kulit kacang yang tadi dia makan ke arah obiet
“Gk pernah berbakat kamu ray di mapel b.indo-,-” sahut acha dari sebelah ray
“Ah, tau ah!” ucap oik prustasi
“EH, CAKKA ADA DIATAP SEKOLAH! DIA MAU TERJUN” teriak salah seorang siswa. Membuat seluruh siswa yang sedang istirahat di kantin langsung menuju halaman, tak terkecuali oik dkk. Mereka juga ikut ke halaman untuk melihat cakka.

>Halaman Depan

Banyak siswa maupun siswi yang datang dan berdesakan. Mereka semua melihat ke satu arah, atap sekolah.
Disana, cakka berdiri sambil menatap lurus kedepan. Tak peduli seluruh siswa yang menatapnya dan menyuruhnya untuk cepat turun. Oik dkk menerobos kerumunan untuk mendapat tempat paling depan. Tak disangka, seorang siswi berdiri disamping oik sambil menatap ke arah cakka.
“Shilla....” lirih oik sambil melihat siswi disampingnya
“Cakka, turun! Lo mau mati ya!?” teriak shilla pada cakka
“Iya ka, turun!” sahut salah satu teman cakka -Riko- dari sebelah shilla
“Hari ini, gw bakal nyatain perasaan gw sama seseorang!” teriak cakka
“Siapa ya? Siapa ya?” begitulah gumaman yang oik dengar dari seluruh siswa yang menyaksikan cakka
‘Of course shilla you know!’ ucap oik dalam hati
“Ashilla Zahrantiara! Gw suka sama lo, gw sayang sama lo, dan gw cinta sama lo. Lo mau jadi cewek gw??” teriak cakka
“Terima....terima....terima...” sorak anak-anak yang lain. Oik memalingkan mukanya ke arah shilla. Kedua pipi gadis itu bersemu merah, dia tersenyum malu
‘Pasti diterima. Huft...’ ucap oik dalam hati sambil menghela napas berat
“Ik, ke kelas aja yuk” ajak acha dengan nada khawatir
“Gk! Gw mau liat semua ini” tolak oik langsung
“Gw mau jadi cewek lo Cakka Nuraga!” teriak shilla. Dengan senyum yang mengembang dibibirnya, cakka langsung berlari menuruni anak tangga. Sesampainya dibawah, ia langsung memeluk shilla
“Cieee....cieee....” sorak anak-anak
“Udah kan? Ayo ik” ajak acha lagi. Oik hanya diam dan melangkahkan kakinya mengikuti acha, ray, dan juga obiet

%%%

4 bulan sudah Cakka dan Shilla berpacaran. Hubungan mereka terlihat sangat baik, tak pernah ada pertengkaran di antara mereka. Cakka juga terlihat bahagia dengan semua itu. Lain halnya dengan oik, ia menjadi pendiam dan suka melamun. Karena sejak cakka dan shilla pacaran, cakka tak pernah bermain dengannya lagi, bahkan hanya sekedar menyapa pun tidak pernah. Sore itu oik sedang membuang sampah ketika ia melihat cakka baru saja keluar dari rumahnya dengan pakaian sangat rapih dan terlihat sangat tampan.

“Hai ik” sapa cakka
“Ciee, yang udah punya cewek. Jadi lupa nich sama sahabatnya sendiri!?” sindir oik
“Hhe, sorry-sorry! khilaf” kata cakka cengengesan
“Huu, dasar! Mau kemana?” tanya oik
“Ngedate dong! haha” jawab cakka bangga
“Ceilah, anak ilang mau ngedate! Wkwk..” oik tertawa sumbang
“Yaudah ya ik, gw duluan. Bye..” cakka menuju garasinya. Tak lama kemudian, honda jazz hitamnya keluar dan menysuri jalanan sore itu
‘Sumpah. Gw sakit liat lu cak, sakit bgt!’ ucap oik dalam hati lalu melangkah lesu ke dalam rumahnya

>>> SKIP

“Hoy!” acha mengagetkan oik yang sedang melamun di bangkunya
“Huh, ngagetin aja..” ucap oik kesal
“Abis ngelamun terus sich lo!” sahut acha sambil menaruh tasnya disebelah bangku oik
“Suka-suka gw dong ;p” kata oik
“Iya dech. Oiya, prom gmna ik?” tanya acha
“Prom? Ada apa sama prom?” oik balik nanya
“Lo mau dateng sama siapa?” tanya acha geregetan
“Ray” jawab oik singkat
“Kampret lu ah! Ray udah ngajak gw lagi, gw kan pacarnya” acha menoyor oik
“Hhe, kidding kali cha. Gatau ah, gk dateng kali gw” oik mengedikan bahunya
“Boleh usul gk?” ucap acha
“Heemm..” sahut oik
“Sama obiet aja ik..” kata acha
“Preeet, embung ah!” tolak oik
“Emg kenapa?” tanya acha
“Dia kan-....” belum selesai oik berbicara, ray dan obiet muncul. Ray tampak menuntun obiet yang mukanya terlihat sangat pucat, lalu mendudukan obiet dibangkunya
“Obiet kamu apain ray?” acha mengamati muka pucat obiet
“Gk aku apa-apain” jawab ray
“Kok bisa gtu?” tanya acha
“Tadi dia abis ngajakin sivia buat dateng ke prom sama dia” jelas ray
“Trus?” tanya acha
“Ya langsung ditolak lah! Sivia kan pasti dateng sama cowoknya, gabriel” oik menjawab pertanyaan acha
“That’s right!” ucap ray mengacungkan jempolnya pada oik
“Malu-maluin aja gw” gumam obiet pelan
“Kok bisa lu ngajakin sivia sich biet?” heran acha
“Mana gw tau! Lo kan tau gw suka bgt sama senyumnya. Pas dia lewat sama ify, gw langsung ngomong gtu aja” jelas obiet
“So?” tanya oik
“So, abis ngomong gtu si obiet malah ngibrit ke toilet. Trus pas gw susul, gw nemuin dia berdiri depan wastafel dengan muka pucat” jawab ray
“KASIAN....” acha dan oik menggelengkan kepala mereka prihatin
“Ik, nanti sore temenin gw ke butik yuk. Beli gaun” ajak acha
“Okelah sip!” oik mengangguk setuju

%%%

Oik sedang menunggu acha yang sedang mencoba gaunnya. Tak lama kemudian acha keluar dari fitting room dengan mengenakan gaun berwarna pink
“Nah, yang ini baru bagus cha!” seru oik senang
“Bener? Okelah, gw ambil yang ini” acha tampak kembali ke dalam fitting room
“Cha, gw jalan-jalan bentar ya. Kalo udh selesai lu telpon gw ok?” seru oik
“Ok sip!” balas acha yang masih ada di dalam fitting room

Oik menyusuri jalan setapak yang ada ditaman sebelah butik tempat acha membeli gaun untuk ke prom. Tak sengaja matanya menangkap sepasang kekasih yang tengah berpelukan di taman yang sedang sepi pengunjung itu. Oik segera mencari tempat persembunyian terdekat, dibelakang pohon. Matanya tak henti melihat sepasang kekasih itu.
“Itu bukannya shilla sama riko ya? Kok mereka keliatan mesra bgt! Oke, harus gw abadikan” oik mengambil blackberrynya dan memotret adegan panas itu. Setelah itu, ia kembali ke butik tempat ia meninggalkan acha.
“Hoy, baru mau gw telpon! Udh nongol elunya..” kata acha setelah melihat oik berlari
“Hosh...yuk kita pulang” ajak oik
“Sebentar. Ray sama si obiet mau jemput kita..” jelas acha. Oik hanya mengangguk
Tiiin....tiiiin....sebuah mobil toyota yaris putih berhenti didepan butik
“Come on ladies..” seru obiet dari balik kemudi

>Di dalam mobil obiet

“Eh, gw punya sesuatu nich!” kata oik
“Apa apa?” tanya ray antusias
“Tadi pas gw jalan-jalan ditaman sebelah butik, gw liat cewek sama cowok lagi pelukan” cerita oik
“Yee, itu mah sering kali!” sahut obiet tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan yang sekarang lumayan macet
“Dengerin dulu tuyul!” sembur oik. Ray Cuma cekikikan
“Trus?” tanya acha
“Dan, cewek sama cowok itu....tuch shilla sama riko!!!” ucap oik
“HA?” seru obiet ray dan acha
“Iya! Itu tandanya shilla selingkuh dari cakka” kata oik lagi
“Trus trus?” tanya ray
“Trus gw foto mereka tadi. Nich..” oik memberikan blackberrynya pada acha
“Sumpah! Asoy bgt!!” komentar ray lebay
“Mana? Mana?” ucap obiet antusias
“Nich” ray mennyerahkan hp oik pada obiet
“Ckck, asoy!” obiet memberikan hp oik setelah melihat foto di hp oik
“Lo harus kasih liat foto itu ke cakka ik!” kata acha dengan setiap penekanan
“Iya gw juga setuju tuch!” sahut ray langsung
“Apalagi gw! Udah kasih tau si cakka aja ik” kata obiet
“Iya dech, liat nanti aja” oik menggaruk kepalanya bingung

>>> SKIP again

“Eh ada apa ik?” ucap cakka setelah membuka pintu depan rumahnya
“Anu, gw mau main aja ka” kata oik
“Oh, ayo masuk” cakka mempersilakan oik masuk dan duduk di sofa
“Cak, gmna hubungan lo sama shilla?” tanya oik basa-basi
“Baik sich! Tapi kadang-kadang kalo diajak jalan dia suka gk mau!” jawab cakka mengedikan bahunya
Oik menelan ludahnya. Matanya membesar dan keringat dingin keluar dari pelipisnya.
“Knp ik?” tanya cakka heran
“Eh cak, gw mau ngomong sesuatu sama elo” ucap oik sedikit takut
“Ngomong apa?” tanya cakka
“Tapi lo jgn marah ya?” ucap oik
“Iya-iya” cakka mengangguk
“Kemaren, pas gw nemenin acha ke butik....gw liat shilla.....” cerita oik
“Trus?” tanya cakka
“Ng....di-dia...la-la-lagi...pelukan sa-sama....riko cak...” ucap oik gagap
“Ha? Serius lo ik? Jgn bercanda dech! Gk lucu tau” ucap cakka kesal
“Gw punya buktinya” oik menyerahkan blackberrynya pada cakka. Dengan cepat cakka mengambil blackberry milik oik dan melihat beberapa foto
“Sialan...” geram cakka
“Jangan marah ya cak..” ucap oik
“Gw gk marah. Thanks bgt ya ik!” ucap cakka

%%%

“Alah, lo gk usah ngeles dech shil! Gw udh tau semua!!” cakka dan shilla tampak sedang bertengkar hebat di dekat gerbang sekolah dengan puluhan mata siswa yang menatap mereka berdua
“Gw gk selingkuh cakka!!” shilla masih terus mengeles dari cakka
“Hh, mana ada maling ngaku?? Udh dech, gw punya bukti kalo lo selingkuh sama riko!!” cakka melemparkan beberapa lembar foto ke arah shilla. Memang kemarin cakka sempat meminta beberapa foto dari oik lalu mencetaknya, untuk menjadi bukti.
“Cak, plis! Gw mohon, gw sayang sama lo!!” mohon shilla
“Sayangnya rasa sayang gw udh gk ada shil..” seru cakka
“Cak, plis maafin gw cakka...” shilla menangis sambil memegang lengan cakka
“Kita putus shil!” cakka menepis tangan shilla lalu berjalan entah kemana
“Cak...cakka..” shilla berlari mengejar cakka

>Dikelas Oik dkk..

“Hh...” oik mengehembuskan nafas berat lalu duduk disebelah acha
“Knp ik?” tanya acha
“Gw ngerasa berdosa cha” ucap oik
“Berdosa knp?” tanya acha
“Berdosa bikin cakka sama shilla bertengkar hebat sampe mereka putus you know!?” jelas oik
“Udahlah, yang lo lakuin bener kok!!” acha menepuk-nepuk punggung sahabatnya

%%%

Malam Prom..
Oik berdiri didepan cermin besar yang terpasang dikamarnya. Ia melihat dirinya dalam balutan gaun putih panjang tanpa lengan, high heels putih milik acha yang ia pinjam, dan rambut hitam panjangnya yang ia gerai begitu saja.
“Oik! Obietnya udh dateng nich..” teriak mamahnya dari luar
“Iya mah..” seru oik
Oik berjalan menuruni satu per satu anak tangga, membuat mamah dan papahnya serta obiet terpesona
“Knp? Jelek ya? Udh ah, gk usah dateng!” kata oik hendak berbalik
“Egk kok! Cantik ik, ayo nanti telat” ajak obiet sambil mengulurkan tangannya. Oik menyambut uluran tangan obiet
“Mah, pah, oik berangkat dulu” pamit oik lalu masuk ke dalam toyota yaris putih milik obiet.

>Di Sekolah

“Ik, lo tunggu dulu ya. Gw ke ray sama acha dulu” ucap obiet lalu turun dari mobilnya
“Eh eh, jangan lama-lama ya..” kata oik setengah teriak

5 Menit...

10 Menit...

15 Menit...

“Haduh, si obiet lama amat ya!?” karena kesal akhirnya oik turun dari mobil dan menuju ke dalam sekolah sendirian

>Sesampainya di taman sekolah...

Oik celingukan nyari temen-temennya. Tak peduli seorang cowok memperhatikan dia. Cowok itu kemudian menghampiri oik dengan senyum dibibirnya
“Oik...” sapa cowok itu
“Ha? Cakka..” balas oik
“Cantik bgt ik!” puji cowok itu, cakka
“Ha? Eh, lu juga ganteng kok cak” pipi oik merona dipuji oleh cakka
“Dance with me..” cakka mengulurkan tangannya pada oik. Mengajak oik berdansa ditengah lagu yang sedang mengalun
“.....” oik hanya tersenyum dan meraih tangan cakka
“Hahaha, rencana kita berhasil!” ucap ray
“Rencana gw-,-” ralat obiet
“Apa dah terserah. Cha, dansa yuk” ray mengulurkan tangannya pada acha. Acha langsung menerima uluran tangan ray
“Yah, nasib nich jadi jomblo!” gumam obiet lalu berjalan menuju stand makanan

“Aku baru nyadar kalo kamu cantik ik..” ucap cakka saat sedang berdansa
“Aku?” oik mengerutkan keningnya
“Iya. Cantik bgt..” puji cakka lagi
“Aku gk secantik shilla” kata oik
“Bagi aku kamu cewek yang paling cantik..” kata cakka sambil terus menatap oik. Ia kemudian berhenti berdansa dan berjalan meninggalkan oik menuju panggung. Ia lalu berbicara pada sang pembawa acara
“Baiklah, disini...saat ini juga cakka akan bernyanyi untuk seseorang” ucap sang MC lalu memberikan sebuah mic pada cakka
“Lagu ini, saya persembahkan untuk seorang gadis cantik..” kata cakka, lalu terdengar alunan musik...

Aku tak tahu apa yang kurasakan
Dalam hatiku saat pertama kali
Lihat dirimu, melihatmu
            Sluruh tubuhku terpaku dan membisu
            Detak jantungku berdebar tak menentu
            Sepertinya aku tak ingin berlalu
Berikan cintamu juga sayangmu
Percaya padaku ku kan menjagamu
Hingga akhir waktu menjemputku
            Ku berikan cintaku juga sayangku
            Percaya padaku ku kan menjagamu
            Hingga akhir waktu menjemputku
Tolonglah aku bagaimana diriku
Ungkapkan itu rasa yang membelenggu
Dalam hatiku ku cinta padamu
            Berikan cintamu juga sayangmu
Percaya padaku ku kan menjagamu
Hingga akhir waktu menjemputku
Ku berikan cintaku juga sayangku
Percaya padaku ku kan menjagamu
Hingga akhir waktu menjemputku
            Berikan cintamu juga sayangmu
Percaya padaku ku kan menjagamu
Hingga akhir waktu menjemputku.....

Prok...prok...prok...terdengar tepuk tangan dari puluhan siswa yang melihat penampilan cakka. Cakka lalu membisikan sesuatu pada sang MC, sang MC mengangguk mengerti
“Untuk yang bernama Oik silakan naik ke atas panggung” ucap sang MC. Sebuah lampu sorot menyinari oik. Dengan perlahan oik berjalan menuju ke atas panggung dan berdiri dihadapan cakka. Cakka langsung berlutut dihadapan oik sambil menggenggam kedua tangan oik
“Oik Cahya Ramadlani, would you be my girl? Cakka Kawekas Nuraga?” ucap cakka
“Terima.....terima.....terima.....terima......” sorak yang lain. Bahkan lebih ramai daripada saat cakka menembak shilla
“Terima ik, terima” terdengar teriakan acha
“Iya ik, cahyo!!” seru ray
“Jangan lupa ik, PJ!!” obiet tak mau kalah
“Yes, i want..” oik tersenyum manis. Cakka langsung berdiri dan memeluk oik sangat lamaaaaa..
“Yeeeeeeeeeeeeee.......” sorak yang lain senang
“Makasih ya ik” ucap cakka pelan sambil mengecup kening oik


THE END!!


by izza syafinaz 

No comments:

Post a Comment