snsd yoona

snsd yoona

Friday, October 14, 2011

first kiss oik

Hay kenalin nama aku Oik Cahya R. sekarang aku kelas X di SMA caikers. Aku ini orangnya baik, feminim, sedikit pintar, hehe. Hmm,, kehidupanku sangat bahagia. Aku mmpunyai seorang pacar, yaiyalah seorng pacar wong cmn 1, heheh.

Namanya Cakka Kawekas Nuraga. Ia satu kelas denganku. Cakka itu orangnya baik, ramah, perhatian, pinter banget, cool, pokoknya perfect deh. Tapi kok bisa ya kami pacaran? Padahan sifat kami itu beda bgt. Namanya juga jodoh,,hehhe. Oy, aku sama cakka udah pacaran1 tahun. Tapi, selama kita pacaran kita Cuma bljar bareng, jlan2, dinner dll. Dia tak pernah melakukan hal2 sprti memelukku atau menciumku bahkan memegang tanganku aja dia gak pernah. Bukannya aku terlalu ingin dipeluk atau dicium olehnya.

Hanya saja aku iri melihat sobat2ku nyeritakan kemesraan mreka dgn pacarnya, akau kan juga ingin merasakannya. Heheh,, ngomong2 sobat, aku punya 2 sobat baik yaitu, Zevana dan Ify. Mereka juga udah punya pacar. Kalau Zevana sama Alvin dan Ify sama Rio. Alvin dan Rio itu sahabatnya Cakka. Kami semua satu kelas,,, hehhe,,,
*****

“hay semua”sapaku saat aku memasuki kelas. Aku berjalan kebangkuku. Dibelakangku sudah ada segerombolan anak yg sedang mendengarkan cerita dari seseorang (?). aku menengok dan kudapati ternyata Zeva lagi cerita tentangpengalamannya.

“kemarin itu, aku diajak sama Alvin ke sebuah restoran. Kita berdua dinner, romantis banget suasananya. Nah selesai kita dinner Alvin ngajak aku kesebuah danau ditaman. Lagi-lagi aku kaget karna suasananya romantis bgt. Ada lilin yg mengapung didanau terus banyak lampu2 tergantung dipohon-pohon. Kita berdua duduk disebuah bangku dipinggir danau. Alvin memegang tanganku. Mungkin krna terbawa suasana yg sgt romantis, Alvin mndekatkan wajahnya ke wajahku. Wajahku sudah memerah dan aku memejamkan mataku dan akhirnyaa,, huuuuaaa,,, First Kiss kuuuuu,,,,”teriak Zevana mengakhiri ceritanya

“wah romantis bgt” ucap salah satu anak

“iy, Ze! so sweet banget. Ternyata Alvin romantis juga yah” ucap Ify.

“aku juga pengen”ucap anak yang lain

Aku hanya tersenyum melihatnya. Aku mengedarkan pandanganku keseluruh kelas. Pandanganku terhenti saat kudapati
3 orang cwo yg ternyata mereka juga mendengarkan cerita tadi. Yg satunya sdg tersnyum kdpku, senyum yg mmbuatku luluh, yg satunya lagi wajahnya memerah dan senyum2 gaje dan cwo trakhir hnya menunduk. Aku gk tau ngpain ia nunduk. Mungkin sbntar lagi, aku akan tau penyebabnya.

“sekarang giliranku,,”ucap ify

“hah! Kamu mua cerita tentang apa,?”tnyaku pada ify. Jangan bilang dia juga mau nyeritakan tentang First Kissnya juga. Huuuuaaa,,, tidaaakkk,,,!!!!

“hmm, sama seperti Zeva” jawab ify. Wajahnya mulai memerah.

“cepet ceritain” ucap zevana.

“iy, iy, kami mau dengar” ucap salah satu anak.

“jadi gini, waktu itu aku pulang bareng ama Rio. Tapi kita gk lngsung pulang. Kita jalan2 dulu ke mall terus makan siang. Setelah makan siang, kita ke TimeZone buat sekedar main2. Hari itu sangat mnyenangkan. Tak terasa sekarang sudah pukul 6 sore. Rio mengantarku pulang. Sesampainya didepan rumahku, aku pamit dulu pada Rio. Saat aku ingin membuka pintu mobil, Rio memegang tanganku. Aku terdiam. Rio mendekatkan wajahnya ke wajahku. Wajahku panas dan aku memejamkan mata ku laluuu,,,, aku mendapatkan First Kisskuu,, hahay,,” ucap Ify sambil tersenyum.

Aku melihat kembali sosok yg tadi menunduk, ternyata penyebabnya adlah dia yg bakal malu skrang. Hahah,, tapi aki bisa aku bisa melihat dia tersnyum senang.

“wah, ify,, aku juga mau” ucap salah satu anak.

“iy fy! Gue gk nyangka Rio yang kaya gitu bisa melakukan hal seperti itu” ucap Zevana.

Iya juga sih rio itu nak nya baik bgt n gk suka nyakitin cwe. Perasaan Rio kalem bgt deh, darimana dia dapat ide kayak gitu. Ahh, gk tau lah. Aku mau balik kebangkuku, aku gk mau ditanya kapan aku dapat First Kiss. Mau jawab apa coba ?? aku berbalik tapi lngkah ku terhnti karna ada yg memanggilku.

“Oik,,” panggil Zevana.

“Ahh,, aaa,, da apa?” ucapku sambil berbalik kearah mreka lagi. Perasaanku gak enak.

“sekarang giliran kamu. Ceritain First Kiss kamu” Ucap Zevana.

“iya ik! Gmna cakka mlakukannya?”tnya Ify.

“apa dgn cara romantis?”tnya salah satu anak.

“atau cara yang unik?” ucap anak yg lain.

“aahh,, ii,,tuu” aku gk tau mau bilang apa. Aku gugup sekali. Aku melihat 3 orang cwo tadi. Senyum yg tadi dapat meluluhknku, kini telah memudar. Wajahnya memerah.

“jangan- jangan kamu blum dapat First Kiss yach?” tnya seorng anak tapi mengena dihatiku.

“kamu blum dapet First Kiss Ik?” tnya anak yg lain.

“beneran ik?” tnya Zevana.

“Ik, jawab dong!” ucap ify.

Pikiranku masih berkecamauk tentang pertanyaan-pertanyaan mereka. Aku bingung mau jawab apa. Aku ingin loncat sekarang dari menara Eiffel. Tuhaann,, tolong aku,,,

“Teett,,, Teett,, Teeeeeettt,,,” akhirnya bel berbunyi. Semua anak kembali kebangkunya masing2. Aku juga kembali ke bangkuku namun aku ditahan oleh Zevana dan Ify.

“ntar pas istirahat, kamu harus cerita ke kita” kata Zevana.

“iya, iya” ucapku malas.
******

Bel istirahat sudah berbunyi aku langsung ditarik Zevana dan Ify ke kantin. Kita duduk disalah satu meja yang kosong. Sepertinya aku mau di introgasi oleh sahabat-sahabatku.

“ik, cepet ceritain sekrang” ucap Zevana.

“iya, aku blum dapet First Kiss” ucapku sambil menghela napas.

“Hah! Kok bisa?” tnya ify dan zavana berbarengan.

“gimana mw dapat First Kiss. Pegangan tangan aja blum pernah” ucapku santai.

“APAA?” teriak mereka. Semua mata tertuju pada kami. Memalukan.

“gk usah teriak-teriak kale” ucapku.

“beneran? udah setahun pacaran blum pernah pegangan tangan?” tnya ify.

“iy, ifyku sayang” ucapku.

“kok bisa sih” tnya zeva.

“mana aku tau?” ucapku santai.

Mereka hanya diam. Aku menyuruh Zeva untuk memesankan makanan untuk kami betiga. Beberapa menit kemudian,, pesanan pun datang. Kami melahapnya.
******

Sementara itu dikelas, 3 cwo sedang berbicara serius.

“tadi itu mksudnya apa? Kok oik gk jwab?” tanya Alvin.

“bukan gk jawab, tpi udah bel” jawab cakka.

“beuh,, boong lu” ucap rio.

“beneran kok” ucap cakka gugup.

“kalo gitu, skrang lo ceritain ke kita. Tentang First Kiss lo?”tnya alvin.

“hah!” kaget cakka.

“knpa kaget! Lo blum pernah kn?”tnya rio.

“ hmm,, iy iy gw ngaku. Gw blum pernah ngelakuin itu” ucap cakka.

“astaga! Kok bisa sih?” heran alvin.

“yaiyalah, megang tangannya aja gw gak berani” ucap cakka enteng.

“astaga kka! Lo pacaran udh brapa lama sih. Masa gk pernah ngapa-ngpain?” ucap rio.

“yaelah, lo tau sndiri kn. Gw tu takut banget kalu oik marah. Gw sayang bgt ama dia jadi gw gk mau nyakiti dia” ucap cakka.

“iy, gw tau tapi kn dia juga pngen ngerasa punya pacar. Kalo First Kiss yah gw maklumin, nah ini pegangan tangan bro” ucap alvin.

“gw setuju ama alvin” kata rio.

“iya, iya gw coba” ucap cakka.

“kekantin yuk” ajak rio.

“oke dechh,,” jawab cakka dan rio.
*******


Sesampainya dikantin Alvin mengedarkan pandangannya ke seluruh kantin. Pandangannya berhenti pada sosok gadis manis yang sdang melahap makanannya.

“bro, kita kesana aja yah?” ajak Alvin dan langsung menarik tangan cakka n rio

“hay, zeva” ucap Alvin dgn manis sesampainya dimeja tersebut.
Aku menoleh sebentar untuk melihat siapa yang memanggil Zevana. Saat aku menoleh, terlihat 3 cwo yang sangat aku kenali.

“uhuk,, uhukk” aku tersedak. Seseorang menyodorkan minuman ke arahku.

“makanya, kalau makan hati-hati saying” ucap orang itu.
Buset, nih orang gk nyadar apa? Aku kaget kan karna dia juga. Tiba-tiba dia nongol disini. Kayak tadi pagi gak terjadi apa-apa aja.

“yee, ini kan gara-gara kamu juga. Seenaknya aja nongol, aku kan kaget. Pakai sayang-sayang lagi” ucapku.

“yaah, kok aku sih saying? Lagian kan aku pacar kamu” ucap orang itu yang ternyata Cakka.

“udah gk usah rebut,, silahkan duduk” ucap zevana.

“oya, hari minggu kita jalan-jalan yukz” usul ify.

“boleh tuh,, kita Triple Date aja” ucap rio.

“oke dech” kata Alvin dan zevana.

“kemana?”tnyaku.

“Hmm,, ke mall aja. Setelah itu kita nonton” ucap zevana.

“Terserahlah,, yak an saying?” ucap Cakka.

Aku heran dia manggil aku sayang-sayang kayak gini kok berani banget. Padahal megang tangan aja gk pernah. Huuh,,


>>>> Skip

Hari minggu.

Hoooaaaheemm,,,,,, aku terbangun dari mimpiku. Aku membuka jendela kamarku.

“pagi yang indah” gumamku

Hari ini yang kutunggu-tunggu. aku dan sahabatku mempunyai rencana untuk pergi bersama pacar masing-masing. Entah apa yang akan terjadi hari ini. Kami janjian pukul 10 pagi. Sekarang baru jam 6. Masih ada waktu 4 jam lagi. Aku merapikan tempat tidurku lalu memilih pakaian yang akan aku gunakan. Setelah lama memilih, akhirnya aku menemukan pakaian yang cocok untukku. Aku masuk kekamar mandi selama 30 menit.
Pukul 09.30 aku keluar dari kamarku menuju meja makan. Aku taruh hpku di meja dan aku melahap roti bakar coklat dan susu coklat yang sudah ada dimeja.

Drrtt,, drrtt,, drtttt… terdengar getaran hpku, aku mengambilnya dan terlihat “ 1 new message” dilayar hpku. Aku segera membukanya.

>>>>>
From : Cakka_sayangku
Aku sudah didepan rumahmu sayang.
>>>>>

Aku pun segera membalasnya.

>>>>>
To : Cakka _sayangku
Iya sayang, aku keluar sekarang : )
>>>>>

Aku memasukan hpku kedalam tas dan menghabiskan susuku. Lalu membuka pintu rumahku. Di sana sudah ada orng yangs edang bertengger dimotor ninja hijaunya. Tangannya dimasukan kesaku celananya. Sangat tampan. Dia tersenyum dan melambaikan tangannya. Aku membalas senyum dan lambaian tangannya. Aku berjalan mendekati motornya.

“pagi perikecil yg cantik” sapa cakka.

“Beuh,,, pagi-pagi udah gombal. Pagi juga” ucapku tersenyum.

“gak papa kan? Ayo naik” ucap cakka.

Aku naik keatas motornya namun Cakka belum juga menjalankan motornya.

“kok gak jalan! Ntar kita telat loh” ucapku heran.

“kamu gak pegangan! Nanti jatoh loh” ucap Cakka. Aku kaget.

“kita aja gak pernah pegangan tangan, kenapa sekarang kamu nyuruh aku pegangan?” tanyaku.

“yaelah,, itu kan karna aku takut kamu marah ik” jawab cakka.

“mau gak nih! Ntar nyesel loh” ucap cakka lagi.

“iya iya bawel ah” ucapku sambil memeluk pinggangnya cakka. Aku gak pernah ngerasain kehangatan ini. Kehangatan tubuh Cakka yang mengalir ke seluruh tubuhku. Baru pertama kali kurasakan. Kenapa dia jadi berubah gini? Aku bingung. Apa gara-gara kejadian waktu itu? Yang penting aku senang.
*********

15 menit kemudian, aku sudah sampai didepan sebuah mall. Aku berjalan berdampingan dengan Cakka. Cakka menggengam tanganku. Kurasakan kehangatan disetiap jari tangannya. Aku tersnyum senang.
Dipintu depan terlihat 4 orang yang sudah menunggu kami. 2 diantaranya melambaikan tangan dan tersenyum. Kami menghampiri mereka.

“ciiiee,, ada kemajuan nih” ejek Ify.

“iya nih” sahut zevana. Aku dan Cakka hanya tersenyum menanggapinya.

Kami berenam mengelilingi mall ini hanya untuk sekedar melihat-lihat. Kami berjalan sekitar 2 jam. Sekarang sudah pukul 12.30 siang. Kami berhenti di sebuah Food Court. Kami memesan makanan dan melahapnya di sana. Setelah itu, kami berjalan ke bioskop yang ada dilantai 5 mall ini.  Sesampainya disana kami melihat-lihat film. Hanya ada 2 film yaitu

“Eclipse” dan “Toy Story 3”.

“kita nonton Eclipse aja yukz? Udah lama gak liat Robert Pattinson” ucapku.

“boleh juga, aku udah lama gak liat Taylor Lautner” ucap Zevana.

“aku juga pengen liat mereka,, beuh, gantengnya,,” ucap ify.
Aku dan Zevana mengangguk setuju.

“Ehemm,, ehemm,, ada kami loh disini” tegur rio.

“iya, emang apa bagusnya sih mereka? Cakepan juga kita!” ucap Alvin.

“Yeee,, ngarep banget sih lo. Kerenan juga mereka” ucapku.
Alvin dan rio manyun sedangkan Cakka hanya tersenyum.

“udah,, jadi nonton gak nih?”tnaya Cakka.

“jadi, jadi” jawabku antusias.

Cakka pun membeli 6 tiket untuk kami. Kami masuk kedalam dan duduk dengan posisi Alvin-Zevana, Rio-Ify, Aku-Cakka. Sepanjang pemutaran film, aku dan Cakka perpegangan tangan. Setiap ada adegan-adegan yang menegangkan, aku memperkuat genggamanku pada cakka. Kalau ada adegan-adegan romantic, kami hanya saling berpandangan dengan wajah yang memerah.

“woow,, aku pengen seperti itu” celetukku tak sengaja saat melihat adegan Edward-Bella kissing. Untung suaraku kecil tapi didengar oleh cakka dan  shabat2ku. Mampuss,,, mereka semua menoleh ke arahku. Alvin-zevana dan Rio-Ify cengo melihatku namun sesaat kemudian mereka tersenyum padaku. Sedangkan cakka,, dya hanya melihatku sebentar lalu menunduk menahan malu. Aku bias melihat wajahnya yang memerah dan genggamannya yg semakin kuat. Aku malu banget setelah film itu selesai, kami berjalan menuju pintu keluar. Cakka masih setia memegang tanganku.

“eh, kita balik duluan yah” ucap Zevana sambil tersenyum.

“Yahh,, kok gitu? Kan masih jam 4” ucapku.

"kita ada acara nih bedua, hehhe” ucap Alvin cengengesan.

“yah, tau deh yang gak mau diganggu,, udah sono” ucap ku.
Sebalum Zevana pergi ia sempet berbisik “ Sukses yah ik”. Aku bingung maksudnya apa coba? Aku cumin bengong. Lalu zevana dan Alvin melambaikan tangannya.

“Ehemm,, ik,,” panggil Ify.

“kenapa? Kamu mau pergi juga” tanyaku.

“hehhe,, iya kamu tau aja” jawab ify.

“ ya udah sana pergi” ucapku.

“gak usah pake ngusir kali ik. Oya sukses yah cakka” ucap rio. Aku bengong sedangankan cakka hanya diam dan tersenyum kearah rio (?). maksudnya apa sih? Rio dan ify pun meninggalkan kami.

“ik, kita mau pulang atau jalan-jalan dulu nih” tnya cakka.

“Hmm,, jalan-jalan aja deh. Aku males dirumah” jawabku.

“oke deh, tapi ketempat lain yah?” kata cakka.

“kemana?” tnya ku.

“ada dech” jawab cakka. Aku malah penasaran. Aku dan cakka berjalan menuju parkiran. Aku sudah naik keatas motor.
********


Kira-kira 10 menit. Cakka menhentikan motornya di sebuah pantai. Pantai yang indah. Padahal hari ini hari Minggu tapi kenapa disini sepi yah? Apa mungkin gak banyak orang yang tau tempat ini? Setelah turun dari motor, aku langsung berlari menuju ombak. Sungguh indah sore itu.

“Oik sayang, kamu suka?”Tanya cakka.

“suka,, suka banget! Kok kamu bias tau tempat ini?” Tanyaku.

“iya, dulu temenku yang member tau tempat ini,, hmm kita tunggu sampai matahari terbenam yah?” kata cakka.

“iya iya,, aku mau” ucapku.

Sambil menunggu matahari terbenam aku dan cakka bermain dipinggir pantai. Sungguh menyenangkan. Setelah beberepa lama main air, aku lelah dn duduk dipasir. Cakka juga mengikutiku duduk,. Dia duduk disebelahku. Sebantar lagi matahari akan tenggelam. Aku hanya melihatnya dengan tersenyum. Bukannya Cakka melihat matahari tapi dia malah memperhatikanku. Aku yang ngerasa diperhatikan olehnya menoleh. Tatapan kami saling bertemu. Cakka mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku bingung, apa aku akan mendapatkan First Kiss-ku hari ini? Aku hanya memejamkan mataku. Aku merasakan ada sesuatu yang menyentuh bibirku. Terasa hangat dan basah. Aku juga bias merasakan nafas cakka. Untuk beberapa kami tetap dalm posisi itu. Beberapa saat kemudian Cakka menarik wajahnya dan tertunduk. Aku membuka mataku dan melihatnya tertunduk.

“maaf” ucap cakka pelan.

“knpa minta maaf?” tanyaku.

“aku udah lancang melakukannya, kamu gak marah?” Tanya cakka

“gak kok cakka, aku gak marah! Tapi dari mana kamu dapat keberanian itu?” tnyaku.

“waktu kita nonton kan kamu bilang pengen!! Hehhehhe,,” cakka mengangkat wajahnya.

“ jangan ingatkan aku pada hal yang memalukan itu” ucapku.

“iya iya,, kamu seneng gk?” Tanya cakka

“apaan sih?” ucapku. Wajahku mulai merah dan terasa panas banget.

“Malu yah?”tnya cakka.

“emang kamu gak” tanyaku.

“Enggak” jawab cakka dengan santai.

“bener nihh” tayaku.

Aku mendekatkan wajahku pada wajah cakka. Dia memejamkan matanya. Aku menahan tawaku melihat wajahnya. Merah banget. Aku menarik kembali wajahku.

“kamu ngpain kka?”tnyaku.
Cakka membuka matanya. Merah banget mukanya, dia malah manyun.

“Iihh,, oik jahat” ucap cakka.

“Lagian kamu kira aku ngpain? Katanya gak malu” tanyaku.

“Aku kira,, hmmm,,, itu,, aku emang gk malu kok” ucap cakka.

“Yaelah,, gk malu kok mukanya merah banget? Hayooo!!” ejekku.

“aahh,, udaahhh” kata cakka sambil manyun

Aku kasian juga sih litany. Aki mendekat kearahnya. “ Cuupp” aku mencium pipinya. Biar gak manyun lagi tuh,, hehhe,, cakka kaget lalu tersenyum kearahku dan kami tertawa bersama. Hahhhaahhahahahahhahah,,,,,,,,, :D   # Aku Gak Akan Pernah Melupakannya#


~~~~~~~ TAMAT ~~~~~~~~





maaf kalo ada adegan kissing nya,,,,,,,,,
tinggalkan jejak kalian,,
cmend + like yah sobatt,,,
SUKSMA,,,,,
.
.
.
.

No comments:

Post a Comment